Abdul Y

06 Januari 2020 04:44

Pertanyaan

Surat lamaran pekerjaan memiliki sistematika tertentu. Coba, tulislah sistematika surat lamaran pekerjaan...!!!


1

Jawaban terverifikasi

M. Ayu

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Jakarta

22 Desember 2021 12:02

Jawaban terverifikasi

Halo Abdul Y. Terima kasih sudah bertanya di Roboguru. Sistematika surat lamaran pekerjaan terdiri atas, (1) Tempat dan tanggal pembuatan surat; (2) Lampiran dan hal; (3) Alamat surat; (4) Salam pembuka; (5) Alinea pembuka; (6) Isi; (7) Penutup; (8) Salam penutup; (9) Tanda tangan dan nama terang. Cermati pembahasan berikut. Surat lamaran pekerjaan berisi permohonan untuk bekerja pada suatu tempat. Sistematika surat lamaran pekerjaan terdiri atas: 1) Tempat dan tanggal pembuatan surat. 2) Lampiran dan hal. 3) Alamat surat. 4) Salam pembuka. 5) Alinea pembuka. 6) Isi. 7) Penutup. 8) Salam penutup. 9) Tanda tangan dan nama terang. Dengan demikian, disimpulkan bahwa sistematika surat lamaran pekerjaan terdiri atas, (1) Tempat dan tanggal pembuatan surat; (2) Lampiran dan hal; (3) Alamat surat; (4) Salam pembuka; (5) Alinea pembuka; (6) Isi; (7) Penutup; (8) Salam penutup; (9) Tanda tangan dan nama terang. Semoga membantu ya :)


Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke Forum

Tanya ke Forum

Roboguru Plus

Chat Tutor

Pertanyaan serupa

Geng dan Pengaruhnya terhadap Perkembangan Remaja A. Latar Belakang Manusia lahir di bumi ini, dalam wujud seorang bayi, kemudian tumbuh dan berkembang menjadi individu yang dewasa (mature). Dalam perubahan itu, manusia melewati fase-fase pertumbuhan mulai dari masa innosentris kanak-kanak, masa transisi remaja, hingga akhirnya menginjak masa dewasa yang problematis. Dalam setiap fase, manusia membentuk kepribadiahnya sebagai respons dari stimulus lingkungan yang ada di sekitarnya. Sejak masa kanak-kanak, tiap-tiap individu diharuskan berbaur dengan lingkungan keluarga yang membesarkan mereka. Namun, seiring dengan pertambahan usia, lirigkungan keluarga tidak lagi menjadi satu-satunya lingkungan dalam kehidupan sang anak. Mereka mulai mengenal lingkungan baru, seperti lingkungan di sekitar rumah. Ketika mereka mulai disekolahkan, secara langsung mereka merasakan suasana baru dalam perkembangan kecerdasannya. Dalam segi edukatif, sekolah mampu memberikan pendidikan kecerdasan intelektual kepada anak. Sementara dari segi pergaulan, anak tersebut melaksanakan sosialisasi terhadap lingkungan barunya dan berinteraksi dengan anak-anak seusia mereka. Mereka berteman dan berbagi cerita dengan anak-anak lain yang dianggap menyenangkan bagi dirinya, meskipun terkadang tidak selektif, seperti halnya pergaulan di usia remaja. Pada usia transisi remaja, yakni sekitar 13-19 tahun, seorang remaja memasuki perkembangan yang jauh lebih pesat dan lebih kompleks, baik secara jasmani maupun rohani. Hal itu ditandai dengan perkembangan fisik yang menunjukkan ciri-ciri s e k s sekunder. Di sisi lain, seorang remaja berusaha untuk mengenali siapa dirinya serta apa kelebihan dan kekurangan yang mereka miliki. Perkembangan mereka secara rohani berada dalam posisi yang tidak stabil, yang relatif terhadap besar atau kecilnya stimulus l ingkungan yang berpengaruh terhadap dirinya. Ketika suatu lingkungan dan pergaulan menyapa mereka, maka ada pula kecenderungan bagi mereka untuk membalas sapaan dari lingk!Jngan itu. Oalam arti kata, perkemtlapgan jiwa mereka ke arah yang positif maupun negatif benar-benar tergantung pada lingkungan dan pergaulan mereka. Pada usia remaja, lingkungan keluarga tidak lagi menjadj satu-satunya faktor penting dalam pembentukan kepribadian remaja tersemut. Pendidikan serta pergaulan di sekolah juga mengalami peningkatan intensitas sebagai faktor yang besar pengaruhnya terhadap pembentukan kepribadian remaja. Pergaulan remaja di usia tersebut cenderung mengalami spesialisasi. Mereka membentuk kelompok pergaulan khusus yang seusia dan sesuai dengan adanya persamaan-persamaan dan alasan-alasan tertentu. Kelompok pergaulan ini lebih dikenal sebagai Geng (Peer Group). Pengaruh pergaulan berkelompok ini amat besar terhadap perkembangan kepribadian remaja dalam berbagai aspek kehidupan. Dalam komunitas geng ini, sering timbul fenomena-fenomena yang cukup mengejutkan, karena terjadi perubahan secara besar-besaran pada karakter remaja tersebut. Setelah dicermati, komunitas geng ini ternyata membawa dampak yang begitu besar terhadap pembentukan kepribadian mereka. Adanya intuisi untuk meniru dan mencari tahu dalam kehidupan remaja, merupakan hal yang mendasar pada perubahan karakter mereka sehingga tidaklah mengherankan apabila intensitas pergaulan di sekelilingnya, terutama lingkungan yang paling dekat dengan mereka yakni geng, mampu memengaruhi perkembangan kepribadian pada remaja tersebut. Selanjutnya, pada usia dewasa, yakni lebih dari 20 tahun, seorang individu akan melalui tahap kelanjutan perkembangan dan pembentukan jasmani maupun rohani. Terkhusus pada perkembangan kepribadiannya, seorang individu yang dewasa memiliki kepribadian yang cenderung sama dengan kepribadian mereka di masa remaja, atau dengan kata lain, bahwa kepribadian individu di masa remaja akan cenderung berlanjut dan bertahan hingga di usia yang dewasa. Berdasarkan uraian yang telah dipaparkan tersebut, penulis merasa terdorong untuk melakukan penelitian mengenai pengaruh geng terhadap perkembangan kepribadian remaja. Perubahan dari segi tingkah laku, emosional, moral, perkembangan bahasa, penampilan, pemikiran, prestasi akademik, tingkat kesadaran beragama, hingga kepercayaan diri dari seorang remaja, merupakan faktor-faktor yang mendorong penulis untuk meneliti komunitas geng yang dimiliki remaja tersebut. B. Rumusan Masalah a. Apa penyebab terbentuknya suatu geng di antara mereka? b. Bagaimana pola pergaulan geng yang mereka alami? c. Mengapa mereka membedakan pola pergaulannya terhadap teman-teman mereka yang lain? d. Apakah terdapat hubungan antara pergaulan mereka di suatu geng dengan perkembangan kepribadiannya? C. Tujuan Penelitian Tujuan yang hendak dicapai dalam pelaksanaan penelitian ini adalah sebagai berikut. a. Mengetahui bentuk dan jenis geng yang berada di dalam lingkungan siswa-siswi SMU Negeri 17 Makassar. b. Mengetahui latar belakang dan faktor-faktor pendorong terbentuknya geng di lingkungan siswa-siswi SMU Negeri 17 Makassar. c. Mengetahui pola pergaulan geng di lingkungan siswa-siswi SMU Negeri 17 Makassar. d. Mengetahui besar pengaruh geng terhadap perkembangan kepribadian remaja. D. Kegunaan Penelitian Pelaksanaan penelitian ini didasarkan pada kegunaan dan urgensinya terhadap kepentingan pengetahuan sosial masyarakat, khususnya kaum remaja. Pada penelitian ini, kita dapat mengetahui pola pergaulan remaja yang sesungguhnya serta pengaruh-pengaruhnya yang dapat ditimbulkan kepada kepribadian mereka. Oleh sebab itu, dari penjelasan yang akan dipaparkan, kita dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan paradigmatik yang sering muncul di kalangan masyarakat, khususnya dari keluarga remaja itu sendiri, mengenai bagaimana pola pergaulan mereka di sekolah, apa yang menyebabkan perubahan sikap yang tiba-tiba pada diri remaja, apa yang menyebabkan penurunan prestasi akademik mereka, serta pertanyaan-pertanyaaan lain mengenai kehidupan dan kepribadian remaja. Setelah menjawab pertanyaan tersebut, penulis mengharapkan adanya hikmah yang dapat diambil, khususnya oleh kaum remaja, sehingga selanjutnya mereka dapat mengaplikasikannya ke dalam kehidupan. Wujud aplikasi itu antara lain sikap selektif dalam memilih jenis pergaulan, peningkatan kedewasaan dalam menghadapi suatu hal yang baru, dan introspeksi diri yang amat penting untuk mengukur nilai kepribadian yang dimilikinya. 2. Berdasarkan tempat penelitiannya, termasuk jenis penelitian lapangan (field research), penelitian kepustakaan (library research), ataukah penelitian laboratorium (laboratory research) karya ilmiah di atas? Berilah alasan.

Jawaban terverifikasi

Iklan