Iklan

Iklan

Pertanyaan

Soal terdiri atas 3 bagian, yaitu PERNYATAAN; kata SEBAB; dan ALASAN yang disusun berurutan. Novel Max Havelaar (1860) merupakan landasan bagi kaum Liberal untuk melakukan Politik Etis di Hindia Belanda. SEBAB Pada zaman liberal 1870- 1900 kaum kapitalis swasta berpengaruh sekali terhadap kebijakan penjajah Pernyataan yang tepat tentang kedua kalimat di atas adalah …

Soal terdiri atas 3 bagian, yaitu PERNYATAAN; kata SEBAB; dan ALASAN yang disusun berurutan.

Novel Max Havelaar (1860) merupakan landasan bagi kaum Liberal untuk melakukan Politik Etis di Hindia Belanda.

SEBAB

Pada zaman liberal 1870- 1900 kaum kapitalis swasta berpengaruh sekali terhadap kebijakan penjajah

Pernyataan yang tepat tentang kedua kalimat di atas adalah …

  1. Pernyataan benar, alasan benar, dan keduanya menunjukkan hubungan sebab dan akibat.

  2. Pernyataan benar, alasan benar, tetapi keduanya tidak menunjukkan hubungan sebab dan akibat.

  3. Pernyataan benar dan alasan salah.

  4. Pernyataan salah dan alasan benar.

  5. Pernyataan dan alasan salah.

Iklan

C. Sianturi

Master Teacher

Jawaban terverifikasi

Jawaban

pernyataan benar, alasan benar, tetapi keduanya tidak menunjukkan hubungan sebab dan akibat.

 pernyataan benar, alasan benar, tetapi keduanya tidak menunjukkan hubungan sebab dan akibat.

Iklan

Pembahasan

Pembahasan
lock

Jawaban yang tepat dari pertanyaan diatas adalah B Untuk lebih jelasnya, yuk pahamipenjelasan berikut: Pernyataan benar. Max Havelaar merupakan novel yang ditulis oleh Douwes Dekker dengan nama samaran Multatuli. Novel tersebut mengisahkan penderitaan rakyat akibat praktek Cultuur Stelsel (tanam paksa) yang diterapkan oleh pemerintah kolonial Belanda sejak tahun 1830. Didalam novel tersebut terlihat bahwa meskipun dalam teori praktek tanam paksa yang dipelopori oleh Van Den Bosch itu terkesan menguntungkan kedua belah pihak yakni pemerintah dan rakyat akan tetapi kenyataanya sangat berbeda, para petani banyak yang menderita dikarenakan seluruh tanah garapannya digunakan untuk menanam kopi, lada, teh dan tanaman ekspor lainnya.Hasilnya kemudian diserahkan kepada pemerintah kolonial. Realita tersebut diperparah lagi dengan praktek Cultuur Procenten yang dimana rakyat tereksploitasi oleh para pemimpin dari kalangan bumputera sendiri karena ambisi mereka yang ingin mengejar bonus dari pemerintah yang diambil dari jerih payah para rakyat tani. Alasan benar. Melihat kondisi tersebut kaum liberal yang notabene memiliki pandangan humanisme, kemudian memanfaatkan situasi demi menggulingkan kaum konservatif di parlemen Belanda. Kaum liberal menggunakan bukti karya sastra dari Douwes Dekker sebagai landasan bahwa praktek tanam paksa haruslah diberhentikan demi kesejahteraan kaum bumiputera. Pada akhirnya kaum liberal dapat memenangkan kursi di parlemen Belanda dari lawannya yang konservatif, maka tepatnya pada tahun 1870 praktek tanam paksa diberhentikan. Kemudian diberlakukan UU Agraria 1870 yang membuka peluang bagi para pemodal pihak swasta (pihak kapitalis) untuk berinvestasi di pasar Hindia-Belanda, akan tetapi kondisi rakyat tidaklah jauh berbeda dari apa yang mereka rasakan ketika pada masa tanam paksa.Jadipernyataan benar, alasan benar, tetapi keduanya tidak menunjukkan hubungan sebab dan akibat.

Jawaban yang tepat dari pertanyaan diatas adalah B

Untuk lebih jelasnya, yuk pahami penjelasan berikut:

Pernyataan benar. Max Havelaar merupakan novel yang ditulis oleh Douwes Dekker dengan nama samaran Multatuli . Novel tersebut mengisahkan penderitaan rakyat akibat praktek Cultuur Stelsel (tanam paksa) yang diterapkan oleh pemerintah kolonial Belanda sejak tahun 1830. Didalam novel tersebut terlihat bahwa meskipun dalam teori praktek tanam paksa yang dipelopori oleh Van Den Bosch itu terkesan menguntungkan kedua belah pihak yakni pemerintah dan rakyat akan tetapi kenyataanya sangat berbeda, para petani banyak yang menderita dikarenakan seluruh tanah garapannya digunakan untuk menanam kopi, lada, teh dan tanaman ekspor lainnya. Hasilnya kemudian diserahkan kepada pemerintah kolonial. Realita tersebut diperparah lagi dengan praktek Cultuur Procenten yang dimana rakyat tereksploitasi oleh para pemimpin dari kalangan bumputera sendiri karena ambisi mereka yang ingin mengejar bonus dari pemerintah yang diambil dari jerih payah para rakyat tani.

Alasan benar. Melihat kondisi tersebut kaum liberal yang notabene memiliki pandangan humanisme, kemudian memanfaatkan situasi demi menggulingkan kaum konservatif di parlemen Belanda. Kaum liberal menggunakan bukti karya sastra dari Douwes Dekker sebagai landasan bahwa praktek tanam paksa haruslah diberhentikan demi kesejahteraan kaum bumiputera. Pada akhirnya kaum liberal dapat memenangkan kursi di parlemen Belanda dari lawannya yang konservatif, maka tepatnya pada tahun 1870 praktek tanam paksa diberhentikan. Kemudian diberlakukan UU Agraria 1870 yang membuka peluang bagi para pemodal pihak swasta (pihak kapitalis) untuk berinvestasi di pasar Hindia-Belanda, akan tetapi kondisi rakyat tidaklah jauh berbeda dari apa yang mereka rasakan ketika pada masa tanam paksa. Jadi pernyataan benar, alasan benar, tetapi keduanya tidak menunjukkan hubungan sebab dan akibat.

Konsep Kilat Kolonialisme-Imperialisme di Indonesia (NEW!)

Bedah Tipe Soal Kolonialisme-Imperialisme di Indonesia (NEW!)

Latihan Bab

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Iklan

Iklan

Pertanyaan serupa

Kewajiban rakyat untuk membayar pajak berupa hasil buminya kepada VOC adalah ... verplichte leverantie preanger stelsel Ekstirpasi contingenten

Jawaban terverifikasi

Iklan

Iklan

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Roboguru

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Download di Google PlayDownload di AppstoreDownload di App Gallery

Produk Ruangguru

Fitur Roboguru

Topik Roboguru

Hubungi Kami

Ruangguru WhatsApp

081578200000

Email info@ruangguru.com

info@ruangguru.com

Contact 02140008000

02140008000

Ikuti Kami

©2023 Ruangguru. All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia